Minggu, 19 Desember 2010

Ada dia yang mendoakanmu, di sana….





Bismillaahirrohmaanirrohiim…
Seringkali, sangat sering, aku merasa nikmat yang diberikanNya begitu berlimpah-limpah; penjagaan yang begitu all-out; cinta yang begitu besar; pertolongan yang tidak disangka-sangka; jalan keluar yang datang dari arah tak terbayangkan; kemudahan-kemudahan…Semua, semua hadir tanpa kuminta. Ya. Tanpa kuminta.
Pasti. Pasti Alloh, Yang Maha Pengasih, tahu apa yang aku mau. Tanpa aku bilang pun, Alloh pasti memberi yang terbaik untukku, untukmu, untuknya, dan untuk semua hambaNya. Kadang aku merasa terlalu dimanja. Alloh terlalu baik. Alloh terlalu cinta. Dan itu semua membuatku GeER. Sangat GeER!! Bagaimana tidak? Diri ini, diri yang sangat dhoif ini, sering, sangat sering, melakukan kesalahan. Tak terhitung sudah salah dan dosa yang kuperbuat. Lagi, lagi, dan lagi. Hingga menggunung tinggi. Astaghfirulloh…aku memang hamba yang tak tahu diri!
Amalan unggulan? Jangan ditanya. Aku gak punya. Banyak amanah dan kewajiban yang kulakukan hanya karena amanah saja, hanya karena wajib saja. Jarang sekali aku merasa butuh, meski terkadang aku juga pernah merasa butuh. Kebaikan? Ya Alloh, aku tak mengingat ada kebaikan yang kulakukan. Mungkin aku lupa. Tapi jika mengingat kesalahan yang kuperbuat, kebaikanku pasti tak seberapa. Jauuuuh….Tak ada apa-apanya. Astaghfirulloh…
Bersyukur. Ya. Tak ada yang bisa kulakukan selain itu. Bersyukur. Meski terkadang aku merasa gak berhak menerima semua-muanya. Gak pantes! Cinta itu, pertolongan itu, penjagaan itu, kemudahan-kemudahan itu, nikmat-nikmat itu, bagiku terlalu berlebih. Aku sampai bingung mau membalas apa. Amal ibadahku seumur hidup pun tak kan mampu untuk membayarnya. Gak mungkin bisa! Gak sebanding dengan 1 nikmat saja: ISLAM. Ya Alloh, bersyukurnya hmba terlahir menjadi muslimah. Belum lagi untuk udara gratisNya, bumiNya, airNya, langitNya, matahariNya, bulanNya, bintangNya, hujanNya, malaikat-malaikatNya, rizki, jodoh, semua…semua…Alhamdulillah. Lagian Alloh gak butuh balasan itu. Alloh sudah Mahakaya, Alloh maha terpuji dengan segala yang Ia punya.
Lalu, apa yang membuatku merasa berhak mendapat semua itu? Tak ada, jika dilihat dari diriku. Tapi, ada 1 hal yang membuatnya menjadi mungkin. Doa orang lain. Doa orang-orang sholih yang Alloh cintai. Doanyalah yang Alloh kabulkan. Mungkin, jauh di sana, entah di mana, seseorang menyelipkan namaku dalam doanya. Entah siapa. Ya Alloh…hadiah apa yang lebih indah dari seorang saudara selain doa?
Dulu, mungkin hadiah ini belum terasa penting olehku. Sampai aku benar-benar merasa betapa berharga arti doa seorang saudara semalam, saat sebuah SMS masuk ke inbox HPku. Begini bunyinya (tanpa mengubah apapun):
“SAYA BARU SAJA BERDOA UNTUK ANDA DIANTARA ADZAN & IQAMAT. SAYA BERDOA KEPADA ALLOH AGAR ANDA SELALU MENDAPAT PERLINDUNGAN & PERTOLONGAN DARINYA.” (18-mAY-09. 7: 11 PM)
Subhaanalloh, ternyata masih ada orang yang mau berdoa untukku. Meskipun dia memberitahukannya lewat pesan singkat itu, tapi aku merasakan ketulusan yang mendalam dari kata-katanya. Terima kasih…Terima kasih….Semoga Alloh juga memberi perlindungan dan pertolonganNya untuk Anda. Baarokallohu fiik…08180441****
Aku jadi teringat saat dirawat di RS dulu. Ada begitu banyak orang yang mendoakan kesembuhanku. Setahuku ada 3 orang yang memosting berita sakitku di MPnya: Mba Arie (di sini dan di sini)Mba RahmaAkhuna Tegoeh. Ya Alloh, jadi terharu. Sangat. Jazaakumullohu Khoyron Katsiiro…Berkat doa kalianlah aku bisa sembuh dan bisa melanjutkan amanah-amanah yang belum selesai. Terima kasih…

“Pada Suatu Saat, di Dunia”
Di suatu tempat, entah di mana, di dunia
seseorang menunggumu, berdo’a
seperti do’a yang biasa kauucapkan sehabis sholat
Pada suatu saat, entah pabila, di dunia
seseorang merindukanmu, berdo’a
seperti malam-malammu yang berlalu sangat lambat
Seseorang menunggu, merindu, barjaga dan berdo’a
di suatu tempat, pada setiap saat
seperti engkau, selalu

[Ajip Rosidi, 1972]


Jangan pernah kau anggap sepele doa-doa mereka. Sudah untung dia masih mengingat nama kita, dalam doanya lagi! Itu berarti dia mengharap kebaikan untuk kita. Sempet-sempetnya. Padahal, urusan setiap orang itu banyak, masalahnya juga menumpuk, tapi masih mau mendoakan orang lain, gak sibuk dengan diri sendiri. Ya Alloh, aku malu…malu pada mereka. Maaf…Maaf karena belum optimal membawa banyak nama dalam doa. Semoga bisa lebih lama lagi aku duduk dan berdoa untuk semua, paling nggak setelah sholat, dan waktu-waktu mustajab lainnya.
Sudahkah kita berdoa untuk Saudara?
Untuk Ummat??

Motivasion for Me

Kita semua adalah para bintang
yang sedang dalam proses menjadi.

Tetapi,
ada jiwa yang sedang memperlambat
...perjalanan naiknya sendiri
dengan rasa ragu, rasa tidak berhak,
dan mengesampingkan peran Tuhan
dalam kehidupannya.

Jadilah jiwa yang mempercepat
proses kebintangan Anda,
dengan menjadikan impian Anda
sebagai doa di hati,
dan menggunakan perilaku terbaik Anda
untuk menjadi bernilai bagi sesama.


By : Mario Teguh

Selasa, 14 Desember 2010

Batas...

Sebagai seorang yang dinamakan manusia, kita dilahirkan penuh dengan kekurangan. Dan antara kekurangan yang amat jelas dapat dilihat kini adalah lemahnya seseorang dengan kaum adam atau pun sebaliknya ketika berhadapan. Kita dibolehkan menjalin pertemanan dengan mereka...
Ya, benar. Memang boleh. (Boleh dari segi sosial, saya tidak berbicara dalam lingkup tentang hukumnya....^_^)


Namun kita harus sadar dan mengakui kekurangan yang ada dalam diri kita. Sudah berapa kali kita mendengar kisah lelaki dan perempuan yang bersahabat baik, menjadi best friend, dan rupanya dalam diam si perempuan menyimpan perasaan terhadap si lelaki. Dan apabila lelaki mengetahuinya, mungkin dia akan berasa bingung kerana mereka hanya berteman, bagaimana sahabatnya boleh menyimpan perasaan? Berlaku juga sebaliknya...^_^


Biasanya, di saat ini, apabila sedang susah,bersedih hati,,barulah kita kembali kepada Islam. Barulah kita mengikuti aturan berinteraksi sesuai dengan hukum agama. Kaum adam seharusnya menyadari, bahawa hati perempuan ini sangatlah lembut. Ya,ya, saya tau, saya tau, mungkin itu jawapan yang keluar. Mungkin kalian tahu, tapi kalian belum memahami. Batas perlu dijaga. Adakah hanya apabila lelaki meluahkan perasaan maka hati perempuan akan 'cair'? Tidak, semua perkara yang anda lakukan, yang bagi anda mungkin itu perkara biasa, contohnya mengambil berat terhadap si perempuan, disebabkan dia perempuan dan mungkin lebih 'vulnerable' menyebabkan kalian terlebih concern. Atau mungkin dengan gurauan anda yang mungkin bagi anda biasa, namun dapat menyentuh hati perempuan itu. Hatta perkara kecil sekalipun. Andai dia dapat merasai keikhlasan anda, hatinya akan sangat mudah untuk 'terpaut'. (Maaf, tak dapat fikir perkataan lain yang kurang 'geli') Atau mungkin layanan anda terhadapnya yang dirasakan 'lain', walaupun hakikatnya anda memanglah seorang yang 'friendly' dan 'happy go lucky'. Contohnya.



Bagi kalian itu perkara biasa, namun sang perempuan yang tersiksa. Ini pemerhatian saya daripada banyak perkara yang berlaku di sekeliling. Selepas itu barulah saling menyalahkan antara satu sama lain. Peliknya, kita jarang menyalahkan diri sendiri terlebih dahulu. Lelaki: "Sapa suruh pikir lain? Aku tak pernah mengaku apa-apa pun" Perempuan: "Action speaks louder than words! Sudah tau tidak suka, tapi kenpa selalu berbuat baik yang aku anggap itu sudah tidak wajar!?" Akhirnya gaduh tak berhenti, kerana keduanya tidak mengakui bahawa masing-masing sudah terpesong dari panduan tuhan. Contoh lain, menzahirkan doa kita padanya.


Doakanlah seikhlasmu, namun rahsiakanlah darinya. Panjatkan doa itu pada Allah SWT. Jadi cukuplah Allah yang mengetahuinya. 

Di sini, barulah  nampak, SEBUAH hikmah mengapa Allah menetapkan berbagai aturan dalam perhubungan antara lelaki dan perempuan. Kerana yang menciptakan PASTI lebih tahu tentang ciptaan-Nya. Namun kita sering melampaui batas itu, mungkin kerana lupa, atau disebabkan hati kita yang jauh dari-Nya, wallahua'lam, masing-masing boleh jawab sendiri.


Jadi sama-sama kita mengingatkan diri sendiri dan sahabat-sahabat kita. Prevention is better than cure. Kadang-kadang (selalu sebenarnya), seorang perempuan terpaksa mengeraskan hatinya, demi untuk tidak menjatuhkan diri ke dalam fitnah. Andai kita merasakan bahwa perempuan itu sangat tegas terhadap orang lain (maksudnya lelaki), ketahuilah bahawa dia sebenarnya lebih tegas terhadap dirinya sendiri. Mungkin bagi lelaki pun begini, saya pun tak tahu pasti, sebab saya bukan lelaki, tetapi kadang-kadang kita memang perlu mengeraskan hati demi menjaga maruah diri. Perempuan memang dilahirkan berhati lembut. Namun sebagai 'respons' terhadap apa yang ada di sekelilingnya, terpaksa mengeraskan hati sehinggakan orang merasakan dia seorang yang keras hati, ego dan sebagainya. Jadi bantulah kami kaum perempuan, nasihatlah kami dengan baik, jangan 'test' limit kami, kerena mungkin saja kami akan gagal. semoga kita sentiasa dipelihara Allah dalam setiap perkara.

Semoga dari sehari ke sehari kita makin dekat kepada Allah. Amiiin.

*** Sampaikan kepada wanita ***

1. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.


2. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki soleh. ...


3. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk daripada 1,000 lelaki yang jahat.


4. 2 rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.


5. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu badan) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.


6. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.


7. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesa kerana menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.


8. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.


9. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 maalaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.


10. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.


11. Wanita yang memerah susu binatang dengan 'bismillah' akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.


12. Wanita yang menguli tepung gandum dengan bismillah', Allah akan berkatkan rezekinya.


13. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.


14. Wanita yang menjaga solat, puasa dan taat pada suami, Allah akan mengizinkannya untuk memasuki syurga dari mana-mana pintu yang dia suka.


15. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.


16.Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.


17. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.


18. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.


19. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.


20. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempoh (2 1/2 tahun), maka maalaikat-maalaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajib baginya.


21. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.


22. Jika wanita memicit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.


23. Wanita yang meniggal dunia dengan keredhaan suaminya akan memasuki syurga.


24. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.


25. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya iaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.

Mengapa wanita di cipta dari tulang rusuk yang paling bengkok ??

“Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.Maka sikapilah para wanita dengan baik.” (HR al-Bukhari Kitab an-Nikah no 5186)

Ini adalah perintah untuk para suami, para ayah, saudara saudara laki laki dan lainnya untuk menghendaki kebaikan untuk kaum wanita, berbuat baik terhadap mereka , tidak mendzalimi mereka dan senantiasa memberikan ha-hak mereka serta mengarahkan mereka kepada kebaikan. Ini yang diwajibkan atas semua orang berdasarkan sabda Nabishalallahu ‘alayhi wasallam, “Berbuat baiklah kepada wanita.”

Hal ini jangan sampai terhalangi oleh perilaku mereka yang adakalanya bersikap buruk terhadap suaminya dan kerabatnya, baik berupa perkataan maupun perbuatan karena para wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, sebagaimana dikatakan oleh Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bahwa tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.

Sebagaimana diketahui, bahwa yang paling atas itu adalah yang setelah pangkal rusuk, itulah tulang rusuk yang paling bengkok, itu jelas. Maknanya, pasti dalam kenyataannya ada kebengkokkan dan kekurangan. Karena itulah disebutkan dalam hadits lain dalam ash-Shahihain.“Aku tidak melihat orang orang yang kurang akal dan kurang agama yang lebih bias menghilangkan akal laki laki yang teguh daripada salah seorang diantara kalian (para wanita).” (HR. Al Bukhari no 304 dan Muslim no. 80)

Hadits Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam yang disebutkan dalam ash shahihain dari hadits Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu. Makna “kurang akal” dalam sabda Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam adalah bahwa persaksian dua wanita sebanding dengan persaksian seorang laki laki. Sedangkan makna “kurang agama” dalam sabda beliau adalah bahwa wanita itu kadang selama beberapa hari dan beberapa malam tidak shalat, yaitu ketika sedang haidh dan nifas. Kekurangan ini merupakan ketetapan Allah pada kaum wanita sehingga wanita tidak berdosa dalam hal ini.

Maka hendaknya wanita mengakui hal ini sesuai dengan petunjuk nabi shalallahu ‘alayhi wasallam walaupun ia berilmu dan bertaqwa, karena nabi shalallahu ‘alayhi wasallam tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu, tapi berdasar wahyu yang Allah berikan kepadanya, lalu beliau sampaikan kepada ummatnya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (Qs. An-Najm:4)


Sumber:Majmu Fatawa wa Maqadat Mutanawwi’ah juz 5 hall 300-301, Syaikh Ibn Baaz Fatwa fatwa Terkini Jilid 1 Bab Perlakuan Terhadap Istri penerbit Darul Haq

( Nota Cinta Dan Persahabatan Dalam Islam )

@@@ Kita Bersahabat Selamanya @@@


Agama Islam adalah agama universal. Setiap inci dalam aspek kehidupan kita disentuh di dalam Al-Qur'an, Hadis-hadis nabi dan juga diperbahaskan oleh ulama'-ulama' muktabar di sepanjang zaman.

Ini membuktikan betapa Islam adalah sebuah agama yang syumul dan lengkap dan sesuai digunapakai di sepanjang zaman. Antara aspek kehidupan yang ditekankan oleh Islam adalah persaudaraan ataupun persahabatan. Anas Ibn Malik pernah meriwayatkan hadis yang bermaksud :

"Dan tidak beriman seseorang daripada kamu sehinggalah dia mengasihi saudaranya sepertimana dia mengasihi dirinya sendiri"

Hadis ringkas ini cukup mudah untuk difahami dimana Islam sangat menekankan ikatan persaudaraan sesama Muslim.

Kita sangat digalakkan untuk menyambung silaturrahim yang terputus dan juga ditegah untuk tidak bertegur sapa sesama kita lebih daripada 3 hari. Kekuatan Islam pada hari ini terletak pada kekuatan silaturrahim sesama kita.

Jika sesama muslim pun kita sering berpecah belah dan bertegang leher, maka sukarlah untuk kita menewaskan musuh utama kita yang sudah dijelaskan di dalam Al-Quran iaitu yahudi laknatullah yang sangat bersatu-padu untuk menghancurkan umat Islam.

Masalah yang timbul adalah kita kurang didedahkan tentang cara bersilaturrahim dengan baik dan efektif. Bagaimana adab-adab bergaul dengan kawan dan apakah langkah-langkah yang perlu dititikberatkan untuk mewujudkan suasana pergaulan yang harmoni sesama kita.

Walaupun ia nampak seperti sesuatu yang remeh, namun itulah asas untuk mewujudkan umat Islam yang kuat dan disegani sepertimana umat Islam pada zaman Nabi Muhammad SAW dan zaman para sahabat yang berjaya menguasai satu per tiga dunia.

Seperti Jauhnya Timur dan Barat

Kadang-kadang bisikan seolah melawan takdir dan ketentuan datang berupa persoalan, "kenapa aku begini, sedangkan dia begitu". Ataupun, "kalaulah aku tidak begitu tentu tak jadi begini". Ya Allah, halus benar jarum tusukan syaitan membisikkan kalimah-kalimah pujukan sambil dihiasi dengan kepalsuan semata. 

Diajak kita ke taman, rupanya taman itu adalah taman larangan.Diajak menyusuri sungai, namun rupanya sungai itu sungai yang telah dituba.

Ironinya sebagai manusia, kita cuba menjadi sehabis baik untuk taat pada pencipta, untuk sentiasa tunduk dan memegang janji yang sudah kita pateri sejak di alam roh sana.

Di mana? Di alam sana, sebelum kita sampai di dunia. Apabila Allah meminta janji kita untuk hanya bertuhankan Allah, Kita menjawab: "Bala wa Rabbina" (ya bahkan Engkau Tuhan kami). Tundukkanlah hati yang membeku dari peringatan Tuhan, yang telah disesatkan dalam keseronokan dunia yang sementara.

Itu semua hanya mengaburi pandangan dari jalan indah menuju Tuhan. Menangislah wahai sepasang mata, bukan kerana perkara sia-sia ataupun kecewa dengan perkara dunia. Menangislah kerana mengenangkan terlalu hina dan kotornya diri di hadapan Tuhan.

Kita yang datang dariNya, diciptakan tentunya daripada agungnya sifat ar-Rahman dan ar-Rahim, maka terlahirlah kita di dunia lantas disayangi ibu bapa dan kaum keluarga.

Namun setahun demi setahun, seakan kasih abadi yang fitrah itu telah kita lupakan. Apakah kita telah mula cuba melupakan cinta dan kasih Tuhan setelah kita temui cinta dan kasih yang terbenih sementara di dunia.

Ingin sekali jika ditanyakan pada setiap diri, apakah yang kita mahu di pengakhiran kehidupan kita nanti?Benarkah semua fatamorgana dunia boleh dibawa bersama ke permulaan kehidupan selepas kematian?

Tidak dan sekali-kali tidak. Tiada umur kedua yang baik andai umur pertama sudah didedahkan dengan kemungkaran tanpa taubat. Kembalilah wahai hati-hati, lunakkanlah jiwa mengingati kasih sayang Tuhan.

Nikmat selepas iman dan islam, apabila Dia menyembunyikan keaibanmu yang tiada pernah diketahui manusia.Hanya antara dirimu dan Allah. Allahu Akbar. Mengapalah diri kita masih sirna lagi daripada peringatan Tuhan.

Sedangkan diri yang selalu berdosa masih Allah tunjukkan kasihNya dengan menyembunyikan aib diri kita daripada diketahui manusia, maka siapakah lagi Yang Amat Mengasihi kita selain Allah? Tiada kasih setaraNya wahai hati.

Bila difirmankan, "Janganlah kamu dekati...", janganlah sesekali dekati ia wahai insan.

Bila larangan itu datang dari Yang Maha Menciptakan kita, yang tentu sahaja mengasihi kita, sudah tentu sahaja larangan itu untuk menyelamatkan kita.

Bukan pula mahu memenjara kita dan menyeksa kita dalam kehidupan dunia ini. Subhanallah. Kasih sayang Allah itu mengapa sering kita lupai.

Dalam merenung hari-hari mendatang, andai masih ada malam-malam yang terlalai dengan perkara sia-sia, sempatkanlah jua mensujudkan dahi tika tahajjud, dekatkan diri kepadaNya, basahkan lidah dengan zikir, kerahkan jiwa dengan pengaduan sesalan dan pengharapan hanya kepadaNya, mudah-mudahan agar sepertiga malam kita dimaniskan dengan mengingati Allah. Hanya Dia.

Semoga terpadam kekusutan yang bersarang, terlerai jua kesilapan yang mencengkam dan tersinar kembali cahaya iman sehingga bisa menarik kembali kebaikan-kebaikan yang pernah ghaib akibat dimatikan setompok noda hitam.

Buat diri-diri yang dikasihi sekalian, doa ini Rasulullah SAW ajarkan pada kita. Amalkanlah sambil dihayati maknanya, mudah-mudahan dijauhkan dan disucikan diri kita daripada dosa-dosa:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Maksudnya: "Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dengan dosa-dosa sepertimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah diriku dari dosa-dosa seperti mana bersihnya pakaian yang putih daripada kekotoran. Ya Allah, sucikanlah dosa-dosaku dengan air, salju dan air yang sejuk." (Daripada Abu Hurairah, Riwayat Bukhari & Muslim)

Ameen Ya Rabb al-alamin. 

Mudah-mudahan Allah menjauhkan diri kita dari dosa sebagaimana dijauhkan antara timur dan barat. Wallahu'alam